KOMODITAS

Bahagianya Petani Cengkeh Tahun Ini

06/09/2018

Ada senyum sumringah yang kerap mengembang dari petani cengkeh Komang Armada saat saya menginjakkan kaki di Munduk. Bli Komang biasa saya memanggilnya. Sore itu, ditemani kopi asli munduk dan pisang goreng, Bli Komang berbagi cerita tentang panen raya yang menjadi kabar baik bagi peteni cengkeh di Munduk. Bukan hanya soal cengkeh, obrolan sore itu banyak […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Cerita dari Desa Cengkeh

02/09/2018

MUNDUK.CO – Sore itu, ketika menyusuri  jalan dari Desa Banjar menuju Munduk dengan motor, saya mencium harum cengkeh. Ya, sekarang musim cengkeh berbunga, panen raya malah. Aroma cengkeh menguar dari jajaran bunga cengkeh yang dijemur beralas plastik, juga dari pucuk-pucuk pohon di beberapa bagian jalan. Tak jarang, saya melihat ada beberapa bunga cengkeh yang kelewat […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Panen Raya Tahun Ini Tidak Mudah Mencari Buruh Petik Cengkeh

01/09/2018

Panen raya cengkeh tahun ini di Munduk membawa kabar yang cukup menarik. Selain harganya tidak sebagus tahun-tahun terdahulu yang bisa tembus di atas 100.000/Kg. Pada tahun ini baru tembus sampai Rp 90.000/Kg. Setidaknya setelah melewati dua musim tidak mendapat panen. Tahun 2018 ini panen yang demikian merata justru menimbulkan fenomena baru. Banyak petani cengkeh mendaku […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Kopi Munduk: Masa Lalu Sekaligus Bukan Masa Lalu

25/10/2017

Tanpa menyebut budaya menanam kopi, Munduk akan kehilangan bagian penting dari dirinya. Puthut Ea, penulis kondang yang juga menaruh pehatian besar kepada komoditas rempah dan kekayaan ragam kopi Indonesia itu, mengirimi saya sebuah risalah singkat berupa kumpulan cuitan sebuah akun Twitter. Isinya, jejak kesejarahan kopi di Bali Utara, termasuk di Desa Munduk. Titimangsa yang diacu […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Bertani Cengkeh: Tentang Keseimbangan Laku Memberi dan Menerima

31/08/2017

Harga satu kilogram daun cengkeh kering per hari ini (30/8) berada di kisaran Rp1.200. Jika satu kilogram daun cengkeh tersebut dijerengkan di atas sebuah permukaan tanah seluas kira-kira satu meter persegi, tebal tumpukannya antara 10 hingga 15 sentimeter. Seumpama jagat pertanian itu sebuah panggung raksasa, saya tidak lebih dari seorang “punakawan” di belakang sederet aktor […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Kopi Arabika Blue Tamblingan

02/08/2017

Ketika dua bulan lalu, saya mencicip kopi arabika dari Tamblingan, saya penasaran dengan hamparan lahannya. Kopi tersebut sangat istimewa. Hanya mungkin kurang baik dalam soal petik dan pengolahan pascapanen. Bersama Bli Putu Ardana, saya dibawa ke lahannya. Lalu bersama dengan petani di sana, kami sama-sama belajar petik merah, teknis memetiknya, dan melakukan pengolahan pascapanen, utamanya […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Kembang Lima Belum: Memetik Berkah Tuhan

26/07/2017

Kabut mulai turun ketika saya dan satu rekan tim Ekspedisi Munduk sampai di pertigaan jalan menuju Danau Tamblingan. Kami berhenti sejenak untuk mengisi bensin. Di sebelah kanan warung yang menjual bensin, tepat di pertigaan itu, nampak segerumbul bunga berwarna biru. Ada dua ragam warna yang tertangkap oleh mata ketika kali pertama memandang kebun tersebut. Satu […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Pisang Ketip Andalan Warga Munduk

24/07/2017

Menjadi desa yang berada di dataran tinggi membuat tanah Munduk subur untuk beragam komoditas. Hamparan cengkeh yang luas dan biji kopi yang berkualitas adalah satu bukti kesuburan kawasan ini. Kedua tanaman tadi adalah komoditas utama yang menghidupi sebagian besar warga Munduk. Meski kedua tanaman tadi menjadi andalan utama, tapi Munduk masih punya komoditas lain yang […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Manunggaling Kopi Arabika Munduk, Bunga Hortensia, dan Jeruk

22/07/2017

Tahun 1878, hampir seluruh perkebunan kopi pemerintah Kolonial Belanda di Nusantara terserang penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix (HV). Penyakit ini terutama menyerang perkebunan kopi yang terletak di dataran rendah. Pemerintah kolonial mengganti jenis pohon kopi arabika yang terserang penyakit dengan kopi liberika. Kopi jenis ini dianggap lebih tahan penyakit. Awal abad 20, penyakit karat […]

Baca Selengkapnya