KOMODITAS

Panen Raya Tahun Ini Tidak Mudah Mencari Buruh Petik Cengkeh

01/09/2018

Panen raya cengkeh tahun ini di Munduk membawa kabar yang cukup menarik. Selain harganya tidak sebagus tahun-tahun terdahulu yang bisa tembus di atas 100.000/Kg. Pada tahun ini baru tembus sampai Rp 90.000/Kg. Setidaknya setelah melewati dua musim tidak mendapat panen. Tahun 2018 ini panen yang demikian merata justru menimbulkan fenomena baru. Banyak petani cengkeh mendaku […]

Baca Selengkapnya

ALAM

Melawan Atau Berdamai dengan Sampah Plastik?

01/12/2017

Disadari atau tidak, keseharian kita dikepung oleh aneka produk berbahan dasar plastik. Mulai perlengkapan kamar mandi hingga ruang tidur. Dari perabotan rumah tangga sampai piranti teknologi. Jam weker yang menggugah kita pagi-pagi, telepon genggam, sikat gigi, saluran air, instalasi listrik, mainan anak-anak, panel-panel pada dashboard dan pintu mobl… Singkat kata, selama 24 jam, kita mustahil […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Kopi Munduk: Masa Lalu Sekaligus Bukan Masa Lalu

25/10/2017

Tanpa menyebut budaya menanam kopi, Munduk akan kehilangan bagian penting dari dirinya. Puthut Ea, penulis kondang yang juga menaruh pehatian besar kepada komoditas rempah dan kekayaan ragam kopi Indonesia itu, mengirimi saya sebuah risalah singkat berupa kumpulan cuitan sebuah akun Twitter. Isinya, jejak kesejarahan kopi di Bali Utara, termasuk di Desa Munduk. Titimangsa yang diacu […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Bertani Cengkeh: Tentang Keseimbangan Laku Memberi dan Menerima

31/08/2017

Harga satu kilogram daun cengkeh kering per hari ini (30/8) berada di kisaran Rp1.200. Jika satu kilogram daun cengkeh tersebut dijerengkan di atas sebuah permukaan tanah seluas kira-kira satu meter persegi, tebal tumpukannya antara 10 hingga 15 sentimeter. Seumpama jagat pertanian itu sebuah panggung raksasa, saya tidak lebih dari seorang “punakawan” di belakang sederet aktor […]

Baca Selengkapnya

RELIGI

Saraswati dan Para Pemuja Ilmu Pengetahuan

23/08/2017

“Untuk mencapai kebebasan sejati, lepas dari keterikatan wadag serta roh, selain dengan tapa dan  yadnya, adakah jalan lain yang lebih lapang, Kresna?” tanya Arjuna dalam salah satu sloka Bhagawadgita. “Jalan ilmu pengetahuan,” jawab Kresna. Sebelumnya, hari Saraswati yang jatuh tiap Saniscara Watugunung diperingati dengan runtutan upacara yang nyaris sama dari waktu ke waktu: sembahyang di pura […]

Baca Selengkapnya

ANEKA

Tarian Mematikan Pencak Silat Desa Munduk

11/08/2017

Pembaca tentu pernah mendengar istilah guntingan, sapuan, jurus, kuda-kuda. Atau senjata-senjata khas seperti toya, cindai, sundang, kerambit, trisula, dan sebagainya. Nah, istilah-istilah serta pelbagai perlengkapan pendukung tadi sekandung dengan salah satu olahraga tradisional yang amat mengakar di Indonesia: pencak silat. Kata “pencak” berkonotasi ‘keindahan gerak’, sementara “silat” bermakna ‘ilmu bela diri’. Jadi, bisa maklumi kalau […]

Baca Selengkapnya

ANEKA

Munduk dan Sebuah Kabar Baik

04/08/2017

Saya sedang minum kopi di sebuah kedai yang menghadap ke laut di dekat bekas dermaga pelabuhan Buleleng ketika ponsel saya berdering. “Sudah tahu nggak, Bli, baru dua minggu dirilis, Munduk.co sudah nongol di Alexa?” Suara Adit di seberang terdengar bertenaga. Selain dorongan hasratnya dalam upaya menyampaikan kabar baik, suara itu saya yakin ditenagai oleh pulihnya […]

Baca Selengkapnya

KOMODITAS

Kopi Arabika Blue Tamblingan

02/08/2017

Ketika dua bulan lalu, saya mencicip kopi arabika dari Tamblingan, saya penasaran dengan hamparan lahannya. Kopi tersebut sangat istimewa. Hanya mungkin kurang baik dalam soal petik dan pengolahan pascapanen. Bersama Bli Putu Ardana, saya dibawa ke lahannya. Lalu bersama dengan petani di sana, kami sama-sama belajar petik merah, teknis memetiknya, dan melakukan pengolahan pascapanen, utamanya […]

Baca Selengkapnya

ANEKA

Ketika Puthut EA Jatuh Cinta Pada Munduk

Garis penunjuk suhu berada di angka 18 derajat. Juli dan Agustus selalui ditandai oleh dingin yang menggigit. Udara seperti hendak mengerutkan apa saja yang dijangkaunya. Sore itu, seperti tak terusik oleh dingin, Puthut EA menikmati betul dengung halus suara mesin serta bunyi ritmis biji-biji kopi yang beradu di dalam tabung penyangrai. Bermenit-menit begitu, sampai disadarkan […]

Baca Selengkapnya

RELIGI

Keragaman dari Puncak Bukit Kecil

01/08/2017

Perlu sedikit mendaki untuk mencapai gereja itu. Dua tangga meliuk cukup curam. Meski tak panjang, dua tangga tersebut membuat saya harus sedikit menghela napas ketika sampai di puncak “bukit kecil”. Geraja mungil nampak bersahaja, dan hari Minggu itu, kebaktian tengah berlangsung dengan khidmat. Sembari menunggu kebaktian selesai, saya edarkan pandangan, menyapu semua titik di gereja […]

Baca Selengkapnya